» » Survei: Jokowi Menang Pilpres 2019 Jika Berpasangan dengan AHY
Jika suka, jangan lupa untuk bagikan ya!
Article information
  • Tanggal: 3-12-2017, 16:23
3-12-2017, 16:23

"Survei: Jokowi Menang Pilpres 2019 Jika Berpasangan dengan AHY"


Presiden Joko Widodo bakal banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia jika berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono. Dibandingkan jika berpasangan dengan tokoh lain, Jokowi lebih banyak mendapat dukungan jika berpasangan dengan AHY.

Hal ini berdasarkan hasil survei nasional Indo Barometer bertajuk "Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019". Hasil survei ini dirilis di Hotel Atlet Century Park, Jalan Senayan, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (3/12).

Survei ini digelar 15-23 November 2017 melibatkan 1200 responden se-Indonesia. Penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Ada pun margin of error kurang lebih 2,38 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, penantang terberat Jokowi adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dalam berbagai simulasi baik dengan pertanyaan terbuka dan tertutup, Jokowi tetap selalu unggul, termasuk jika dibuat simulasi pasangannya masing-masing.

Penantang terkuat Jokowi adalah Prabowo-Anies Baswedan. Namun, Jokowi justru lebih unggul jika berpasangan dengan AHY.

"Dari delapan variasi simulasi 2 pasangan calon, maka pasangan Jokowi-AHY lebih banyak mendapat dukungan publik, dibandingkan Jokowi dipasang dengan tokoh lain. Tingkat keterpilihan Jokowi-AHY 48,6 persen, mengalahkan penantangnya, Prabowo Subianto-Anies Baswedan dengan tingkat terterpilihan 19,1 persen. Sementara yang lainnya, merahasiakan jawaban, belum memilih dan tidak tahu atau tidak menjawab," ujar Direktur Eksekutif M. Qodari pada saat memeparkan hasil surveinya.

Qodari menuturkan dukungan terhadap Jokowi juga akan tinggi jika berpasangan dengan Panglima TNI Gator Nurmantyo dengan tingkat keterpilihan 47,9 persen. Kemudian disusul oleh pasangan Jokowi-Ridwan Kamil (46,6 persen), Jokowi-Moeldoko (43,5 persen), Jokowi-Sri Mulyani Indrawati (43,4 persen), Jokowi-Puan Maharani (43,3 persen), Jokowi-Tito Karnavian (41,5 persen) dan Jokowi-Budi Gunawan (41,2 persen).

"Sementara pilihan untuk penantang Jokowi, yakni Prabowo akan tinggi tingkat keterpilihannya jika berpasangan dengan Anies Baswedan sebesar 31,7 persen, kemudian disusul jika Prabowo berpasangan dengan Sohibul Iman (16,3 persen), Zulfikli Hasan (4,1 persen) dan Muhaimin Iskandar (2,6 persen)," jelas dia.

Mayoritas publik, kata Qodari menginginkan agar pendamping Jokowi berasal dari kalangan militer. Selain itu, syarat cawapres Jokowi adalah orang yang berpengalaman dalam pemerintahan, dekat dengan rakyat, menguasai dunia internasional, berintelektual, wibawa, dan bersih dari KKN.

"Sementara syarat untuk cawapres Prabowo adalah berasal dari sipil, dekat dengan rakyat, cocok jadi wakil, berpengalaman terhadap pemerintahan, visi-misi bagus dan bersih dari KKN," ungkap dia.

Jokowi Unggul

Dalam berbagai simulasi, kata Qodari, Jokowi dan pasangannya selalu unggul dari Prabowo dengan pasangannya. Hal ini, menurut dia, tidak terlepas dari sejumlah alasan, seperti tingkat pengenalan (98,9 persen publik kenal Jokowi) dan kesukaan (98,2 persen) publik yang sangat tinggi terhadap Jokowi.

"Jokowi juga dinilai tokoh yang sesuai selara pemilih, yakni tegas, merakyat, kerja nyata, orangnya baik, ramah dan bijak, intektual dan selera pemilih lainnya," kata dia.

Selain itu, lanjut Qodari, publik juga merasa puas dengan kinerja Jokowi. Tingkat kepuasannya mencapai 67,2 persen, naik dibandingkan bulan Maret 2017 lalu 66,4 persen. Alasan puasnya bermacam, yakni meningkatnya pembangunan, dekat dengan rakyat kecil, sesuai dengan janji kampanye, bantuan pendidikan dan kesehatan, memberikan bantuan kepada masyarakat miskin dan tegas dalam menentukan kebijakan.

"Meskipun masih ada alasan publik tidak puas karena pengangguran masih banyak, terlalu banyak pencitraan, pembangunan belum merata, kurang berwibawa, harga sembako tidak stabil dan penegakan hukum tidak adil," tandas dia.

Artikel ini disalin dari:
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.
^