» Aksi Jokowi ini Mirip Sekali dengan Hobi Ahok
Jika suka, jangan lupa untuk bagikan ya!
Article information
  • Tanggal: 7-02-2018, 03:04
7-02-2018, 03:04

"Aksi Jokowi ini Mirip Sekali dengan Hobi Ahok"


Aksi Jokowi ini Mirip Sekali dengan Hobi Ahok

Presiden Joko Widodo mengancam pangdam dan kapolda yang di wilayahnya terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) namun tidak bisa ditanggulangi dengan cepat.

"Kalau di wilayah saudara ada kebakaran dan tidak tertangani dengan baik, aturan main tetap sama: dicopot," kata Presiden saat memberi pengarahan kepada Peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2018 di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Presiden mengungkapkan bahwa ia telah berjanji bersama Panglima TNI dan Kapolri terkait aturan main tersebut dan telah diterapkan pada tahun sebelumnya.

"Mungkin banyak danrem yang pindah, Kapolda sudah ganti, kapolres, danrem, dandim sudah ganti. Yang baru mungkin belum tahu aturan main kita, sudah, tegas ini saya ulang lagi, paling kalau ada kebakaran, saya telepon Panglima, ganti pangdamnya. Kalau di provinsi mana, telepon Kapolri, ganti kapolda," kata Jokowi.

Jika yang terjadi karhutla di wilayah lebih kecil maka kapolres atau danrem maupun dandim yang akan dicopot.

"Ini langkah untuk gerakkan satgas. Kalau ganti gubernur tidak bisa," kata Presiden.

Ahok juga suka Pecat Anak Buah yang tidak becus bekerja

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama mengaku geram dengan praktik pungutan liar (pungli) masih terjadi.

Untuk itu Ahok sapaan Basuki meminta kepada seluruh warga ibu kota berani melapor ketika mendapati PNS DKI yang meminta pungutan liar.

Menurutnya, setiap laporan yang masuk kepadanya akan ditindaklanjuti.

"Tinggal lapor saja, kami selidiki," kata Ahok di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017).

Ahok menegaskan, jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) terbukti terlibat pungutan liar maka dipastikan PNS tersebut akan dipecat.

Dia mengaku, bahkan dalam setahun terakhir ada delapan PNS yang diberhentikan karena terlibat praktik pungli.

"Kita sudah berhentikan ini 8 PNS setahun. Kalau (terlibat) pungli kita bukan cuma copot jabatan, tapi berhentiin sebagai PNS," katanya.

Sebelum menjalani cuti kampanye Pilkada DKI Jakarta, dirinya telah memecat sekitar 40 pegawai yang terbukti melakukan pungli.

Penyebab praktik pungli ditemukan terkait perizinan proyek.

"Kemarin sebelum cuti saja saya tandatangan 40 orang lebih karena kasus pungli, macam macam. Kebanyakan soal proyek, minta izin lah, macem-macem, yang penting warga berani lapor," kata Ahok. Tribun

Artikel ini disalin dari:
TribunNews.com
Loading...
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.
close
Loading...
^