» Haji Lulung Menang Banyak
Jika suka, jangan lupa untuk bagikan ya!
Article information
  • Tanggal: 4-01-2018, 14:18
4-01-2018, 14:18

"Haji Lulung Menang Banyak"


Haji Lulung Menang Banyak

Ini yang menyebabkan Anies-Sandi tidak ingin memindahkan PKL yang memenuhi jalan tersebut ke Blok G Pasar Tanah Abang seperti yang disarankan oleh polisi. Meski pun jelas-jelas keberadaan PKL yang menutup jalan ke arah Jatibaru tersebut melanggar Undang-Undang.

Ternyata Blok G Tanah Abang akan segera dirobohkan karena kondisinya sudah tidak layak dan bangunan yang telah didirikan sejak tahun 1987 itu akan dibangun kembali menjadi Blok G baru. Tak hanya PKL yang tidak dipindahkan ke Blok G, bahkan pedagang-pedagang yang berada di Blok G pun akan segera direlokasi. Mereka juga akan dipindahkan dari Blok G, karena kondisi Blok G yang sudah tidak layak tersebut.

Tapi kemanakah para pedagang Blok G Tanah Abang itu akan direlokasi? Dan salah satu opsi yang dikemukakan oleh Sandi adalah pedagang Blok G akan dipindahkan ke lahan milik Haji Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

"Salah satu opsi memang (menggunakan lahan) milik Pak Haji Lulung. Tapi nanti lihat opsi lain yang terbaik yang mana atau malah dua-duanya. Pokoknya kita tidak ingin menghadirkan satu solusi yang akhirnya menghantam para pedagang kecil," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018).

Apakah pemakaian lahan milik Haji Lulung itu gratis alias dihibahkan secara sukarela oleh Haji Lulung karena selama ini Haji Lulung adalah pendukung Anies-Sandi sehingga dia dengan sukarela berkontribusi demi kemajuan Jakarta? Ternyata pemakaian lahan milik Haji Lulung itu tidak gratis teman-teman.

Lahan Haji Lulung yang menjadi opsi dari Sandi sebagai tempat penampungan sementara pedagang Blok G itu tidak gratis dan Pemprov DKI Jakarta harus membayar sewa untuk pemakaian lahan tersebut. Berapa yang harus dibayarkan Pemprov DKI kepada Haji Lulung sebagai biaya sewa pemakaian lahan sampai sekarang belum diungkapkan oleh Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mau pun Haji Lulung sebagai pemilik lahan.

Dan kita pun bertanya-tanya kenapa Sandi memilih lahan milik Haji Lulung? Apakah untuk membalas jasa Haji Lulung yang telah mendukung dirinya dan Anies sehingga menjadi penguasa DKI Jakarta? Kalau itu benar, berarti Anies-Sandi sekarang lagi membagi jatah anggaran kepada para pendukungnya. Setelah TGUPP sekarang penyewaan lahan pun diberikan kepada kroninya.

Jika nanti penyewaan lahan milik Haji Lulung ini benar-benar menjadi kenyataan, maka dapat dipastikan bahwa telah terjadi kolusi antara Sandiaga Uno dengan Haji Lulung. Apalagi status sekarang adalah Sandiaga Uno sebagai Eksekutif dan Haji Lulung sebagai Legislatif. Di mana antara Eksekutif dan Legislatif tidak boleh mengadakan transaksi yang menggunakan dana APBD. Karena hal tersebut menyebabkan tidak ada kontrol dari Legislatif terhadap Eksekutif karena antara keduanya telah terjadi konflik kepentingan.

Selain konflik kepentingan tersebut, apakah pedagang Blok G Tanah Abang tidak keberatan mereka direlokasi ke lahan milik Haji Lulung? Ternyata pedagang Blok G keberatan jika mereka direlokasi ke tanah lapang karena berbagai alasan.

"Kalau bisa sih jangan, karena kami sudah lama di sini. Apalagi pindahnya jauh banget," kata pedagang baju di Blok G Sahrul, Minggu, 24 Desember 2017.

Salah satu keberatan mereka adalah karena mereka sudah lama menempati kios-kios di Blok G Tanah Abang, sehingga merasa jauh jika dipindahkan ke lokasi lahan milik Haji Lulung.

"Kalau dipindah ke tanah kosong pengunjung kepanasan mungkin ya. Enak di sini, enggak panas-panas," sebut Syahrial.

Selain itu pedagang Blok G juga berpendapat bahwa pengunjung lebih enak jika berbelanja di Blok G dari pada di tanah kosong yang panas beda dengan saat mereka berbelanja di Blok G Tanah Abang. Dan ini tentu akan berpengaruh pada pendapatan mereka secara langsung.

"Tapi kita juga enggak tahu (revitasliasi) mau dibikin pasar atau rusun. Belum dapat kabar juga," ucap dia.

Keluhan lainnya adalah revitalisasi Blok G Pasar Tanah Abang belum dipastikan apakah tetap menjadi pasar seperti sekarang atau akan menjadi rusun. Kalau menjadi rusun, maka apeslah para pedagang Blok G yang akan direlokasi tersebut, mereka tidak akan dapat berjualan lagi di Blok G seperti sekarang.

Rencana relokasi pedagang Blok G ini tentu menyisakan tanda tanya, apalagi jika benar-benar menggunakan lahan milik Haji Lulung serta Haji Lulung mendapatkan kompensasi biaya pemakaian lahan. Apakah sistem penunjukan langsung ini tidak menyalahi peraturan yang ada? Apakah KPK perlu turun tangan untuk menelisik penyewaan lahan Haji Lulung ini? Kita serahkan saja kepada KPK yang lebih tahu.

bukan begitu kura-kura?

Artikel ini disalin dari:
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.
^