» Lapak Haji Lulung ternyata tak cukup luas menampung Ratusan Kios Pedagang
Jika suka, jangan lupa untuk bagikan ya!
Article information
  • Tanggal: 3-01-2018, 19:36
3-01-2018, 19:36

"Lapak Haji Lulung ternyata tak cukup luas menampung Ratusan Kios Pedagang"


Lapak Haji Lulung ternyata tak cukup luas menampung Ratusan Kios Pedagang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan penataan kawasan Pasar Tanah Abang. Salah satunya terkait keberadaan Blok G.

Selama ini lokasi Blok G kerap dikeluhkan para pedagang. Letaknya di belakang disinyalir pedagang membuat pembeli enggan memijakkan kakinya. Wacana membongkar Blok G untuk dibangun ulang pun kembali mencuat.

Terdapat 2.200 kios di Blok G. Namun, saat ini hanya tinggal 900 pedagang yang mengisi kios tersebut. Blok G Pasar Tanah Abang yang dibangun ulang rencananya akan dilengkapi 1.500 unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Pada pembangunan nantinya, sekaligus disediakan skybridge atau jembatan penghubung sebagai bagian dari konsep Transit Oriented Development (TOD).

TOD dianut Pemprov DKI adalah sistem mengintegrasikan transportasi dan pusat kegiatan jual beli. Diharapkan, ke depan Pasar Tanah Abang terhubung dengan ragam angkutan massal DKI yang tengah dibangun saat ini seperti MRT ataupun LRT.

Lahan seluas 3.000 meter per segi terletak di belakang Blok G lantas dipersiapkan untuk menampung sementara 900 pedagang. Lahan milik Wakil DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Haji Lulung menjadi pilihan untuk dijadikan tempat penampungan sementara pedagang Blok G.

"Saya belum bicara tapi sistemnya harus terbuka dan Keadilan kalau pakai lahan beliau (Haji Lulung) salah satu opsi tapi kita cari yang terbaik," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/1).

Sandiaga mengatakan, akan menggunakan sistem sewa apabila menggunakan lahan haji Lulung. Politisi Gerindra ini memastikan akan memberikan solusi terbaik untuk para pedagang kecil karena mereka merupakan penggerak ekonomi Jakarta.

"Saya fikir sih sewa yah, karena kita sudah punya tanah-tanah tersebut yang lain yang nanti akan kita jadinya TOD di dalam," katanya.

merdeka.com coba menelusuri keberadaan lahan yang jadi tempat penampungan sementara untuk pedagang Pasar Tanah Abang. Sebuah lahan ukuran cukup besar terlihat di kawasan Pasar Tanah Abang. Lahan tersebut ada di belakang posko Pemuda Panca Marga Tanah Abang yang di hijau. Lokasi tepatnya di Jalan Jatibaru, Pasar Tanah Abang.

Dari Blok G, lahan ini berjarak kurang lebih 1 kilo bila ditempuh dengan berjalan kaki. Cukup luas, meskipun tampaknya tak cukup menampung ratusan kios pedagang.

Saat ini, lahan tersebut digunakan untuk parkir kendaraan pengunjung dan pedagang. Di salah satu sudut lahan, terlihat ada beberapa pedagang yang sudah mendirikan kios dagang. Mayoritas mereka menjual pakaian, meski untuk keberadaan pembeli bisa dipastikan sangat sepi.

Seorang pedagang menceritakan membenarkan tanah yang dia tempati milik Haji Lulung. Selama berdagang di sana, dia mengaku membayar sewa namun tak menjelaskan secara rinci besarannya dan pada siapa dia membayarkan. Mereka juga tak merinci berasal dari blok mana.

Pedagang tersebut tak banyak bicara. Dia hanya mengungkapkan tugasnya hanya berdagang dan menyetor ke salah seorang yang tak mau dia sebutkan. Namun dirinya membenarkan bahwa biaya sewa itu mengalir ke pemilik lahan.

"Iya benar (lahan Haji Lulung)," kata pedagang yang tak mau disebutkan namanya itu.

Pemilihan lahan haji Lulung sebagai TPS nampaknya bukan hal aneh. Terlebih Lulung selama ini dikenal sebagai pendukung Anies-Sandiaga dalam Pilgub 2017. Bahkan saat libur Natal 2017 kemarin, Lulung dan Sandiaga Uno mengisi libur bersama dengan mendatangi kawasan Glodok, Jakarta Barat. Dia mendatangi tempat pangkas rambut Ko Tang yang sudah ada sejak tahun 1936. Dalam kesempatan itu keduanya terlibat saling lempar pujian.

"Ini waktu libur ya jangan di follow up Pak Wagub sama Wakil DPRD keluyuran. Ini hari libur kita gunakan kesempatan terus kita masih berkerja walau libur," ujar Lulung.

Sandi menimpali sudah ke empat kalinya mencukur rambut di Ko Tang. Dia berharap Lulung juga merasa cocok dengan potongan rambutnya ala Ko Tang.

"Semoga Pak Haji cocok," celetuk Sandi langsung dijawab "cocok," oleh Lulung yang mengaku baru pertama kali mencoba.

Kendati lahannya menjadi opsi TPS para pedagang Blok G, rupanya haji Lulung pernah tak sepaham soal penataan Tanah Abang. Politisi PPP ini meradang terkait pernyataan Sandiaga akan mengajak semua pihak untuk berdiskusi terkait penataan kawasan Pasar Tanah Abang. Salah satu yang akan diajak diskusi adalah para preman.

Pria yang namanya tenar di Tanah Abang itu membantah ada preman di Tanah Abang. Dia mengklaim sudah membuktikan itu dengan cara investigasi bersama Kapolsek dan Camat Tanah Abang.

Lulung menegaskan di Tanah Abang hanya ada anak lingkungan. Dia menerangkan, anak lingkungan adalah sebutan untuk warga setempat yang mengurus kebutuhan pedagang di Tanah Abang. Dia langsung menegaskan bahwa anak lingkungan berbeda dengan preman yang biasa memeras.

"Kalau preman, yakin, aku yakin anak lingkungan marah. Pasti anak lingkungan dulu yang laporin ke polisi, pasti," kata Lulung di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Selasa (7/11). [gil]

Artikel ini disalin dari:
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.
^