» Polisi Desak Anies-Sandi Menyadari kalau Trotoar dan Jalan Raya itu Bukan Tempat PKL
Jika suka, jangan lupa untuk bagikan ya!
Article information
  • Tanggal: 28-12-2017, 23:16
28-12-2017, 23:16

"Polisi Desak Anies-Sandi Menyadari kalau Trotoar dan Jalan Raya itu Bukan Tempat PKL"


Polisi Desak Anies-Sandi Menyadari kalau Trotoar dan Jalan Raya itu Bukan Tempat PKL

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra meminta Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat kembali dibuka untuk umum. Saat ini ruas jalan tersebut ditutup dan digunakan untuk para PKL berjualan pukul 08.00-18.00

"Makanya itu tergantung dari Pemda kebijakannya, saya minta ditinjau ulang kebijakan yang dilakukan," ujar Halim saat dihubungi, Jumat (29/12/2017).

Selain itu, Halim juga meminta Pemprov DKI agar merelokasi PKL yang berjualan di trotoar kawasan tersebut. Menurut dia, fungsi trotoar harus dikembalikan bagi pejalan kaki.

"Segala fungsi trotoar dan badan jalan saya sampaikan saran kepada pemerintah daerah untuk dikaji ulang," ucap dia.

Halim akan memberikan saran ke Pemprov DKI agar PKL yang berjualan di Jalan Jatibaru dipindahkan ke Blok G.

"Karena waktu yang lalu saya lihat lebih tertib ditempatkan di (blok) G karena kosong situ, jadi lebih bagus di sana dari pada dicarikan tempat yang kira-kira mengganggu lalu lintas," kata Halim.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup dua jalur yang ada di depan Stasiun Tanah Abang atau Jalan Jati Baru setiap hari mulai pukul 08.00-18.00.

Penutupan jalan ini merupakan bagian dari konsep penataan Pasar Tanah Abang jangka pendek ala Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

Satu jalur akan digunakan untuk PKL, sedangkan satu jalur lainnya digunakan untuk jalur transjakarta. Para PKL disediakan tenda yang bisa didapatkan secara gratis tanpa dipungut retribusi.

Disediakan juga enam shelter transjakarta di sekitar Tanah Abang yang akan beroperasi dengan mengelilingi seluruh pasar.

Sementara itu, dalam jangka panjang, akan dibangun transit oriented development (TOD) di Tanah Abang.

Muncul Petisi Pengembalian Fungsi Trotoar di Tanah Abang

Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang menata kawasan Tanah Abang untuk para pedagang kaki lima memunculkan petisi di situs change.org. Petisi tersebut dibuat untuk mengembalikan fungsi jalan dan trotoar di Tanah Abang.

Dilihat detikcom pada Kamis (28/12/2017), hingga pukul 15.57 WIB ini sudah ada 29.272 warganet yang menandatangani petisi tersebut. Petisi tersebut akan dikirimkan kepada Presiden RI Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyied Baswedan dalam pengelolaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tanah Abang dengan melakukan penutupan Jalan Jati Baru Raya sejak tanggal 22 Desember 2017 telah mencederai hukum yang berlaku tentang Jalan (UU No. 22 Tahun 2009 - UNDANG-UNDANG TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN )," demikian isi surat petisi tersebut seperti dikutip detikcom dari situs change.org, Kamis (28/12/2017).

Seperti diketahui, kebijakan Gubernur itu diterapkan sejak 22 Desember 2017. Anies memfasilitasi ratusan PKL untuk membuka lapak tenda di Jl Jatibaru Raya tersebut.

Dengan adanya kebijakan tersebut, separuh jalan ditutup. Kendaraan pribadi dilarang melintasi Jl Jatibaru Raya, Tanah Abang, itu setiap hari pada pukul 08.00-18.00 WIB.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menyoroti kebijakan Anies itu. Ia meminta Anies mengkaji ulang kebijakannya itu karena berpotensi menimbulkan kemacetan.

"Saat ini kita dukung kebijakan Gubernur, namun saran kami untuk ditinjau kembali kebijakan tersebut," kata Kombes Halim Pagarra kepada detikcom, Kamis (28/12/2017).

Sepekan setelah kebijakan itu diterapkan, arus lalu lintas di kawasan Tanah Abang mengalami kemacetan. "Ya demikian (malah menimbulkan kemacetan). Kita tetap berusaha melaksanakan kebijakan pemerintah namun perlu dicek ulang, evaluasi," tutur Halim.

https://news.detik.com/berita/d-3788951/muncul-petisi-pengembalian-fungsi-trotoar-di-tanah-abang

Artikel ini disalin dari:
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.
^