» Kalau Dulu Ahok Berjuang mati-matian, Kini Anies-Sandi Malah Manjakan PKL
Jika suka, jangan lupa untuk bagikan ya!
Article information
  • Tanggal: 21-12-2017, 14:49
21-12-2017, 14:49

"Kalau Dulu Ahok Berjuang mati-matian, Kini Anies-Sandi Malah Manjakan PKL"


Kalau Dulu Ahok Berjuang mati-matian, Kini Anies-Sandi Malah Manjakan PKL

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan penutupan salah satu sisi Jalan Jati Baru yang digunakan sebagai lokasi 400 tenda untuk berjualan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai hari ini Jumat 22 Desember 2017.

Terkait hal itu, polisi juga akan turun ke lapangan guna memberikan bantuan penjagaan di sekitar lokasi. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, akan ada personel dari Polsek Metro Tanah Abang yang disiagakan.

"Kalau untuk kegiatan seperti itu kita pasti ada bantuan seperti itu. Polsek kita bantu turunkan," kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 22 Desember 2017.

Terkait berapa jumlah personel yang diturunkan ke lokasi, Argo mengatakan hal itu tergantung kebutuhan di lapangan. Kemungkinan satu pleton (30 orang) personel bisa saja diturunkan.

"Polsek itu berapa mungkin satu peleton ya bisa. Sesuai situasional di lapangan," ucapnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai melakukan penataan dengan konsep baru di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat 22 Desember 2017. Konsep baru untuk mengubah kesemrawutan wajah Tanah Abang ini menyinergikan moda transportasi massal dan pusat perdagangan.

Untuk penataan jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan penutupan salah satu sisi Jalan Jati Baru yang digunakan sebagai lokasi 400 tenda untuk berjualan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Sementara itu, sisi satunya lagi untuk shuttle bus Transjakarta gratis bagi warga yang hendak memutar di kawasan Tanah Abang. Jalan Jati Baru akan dilakukan penutupan sementara mulai pukul 08.00-18.00 WIB.

Ahok: PKL Enggak Boleh Diusir, tetapi Didata

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat menyindir tidak adanya pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, Rabu (22/2/2017). Basuki atau yang akrab disapa Ahok itu mengaku mengetahui banyak PKL di sana karena kerap melintasi kawasan Kalijodo saat pulang kerja.

"Ini agak mau bohongi saya. Kayaknya PKL hari ini diumpetin semua, takut saya datang," kata Ahok, saat meresmikan RTH dan RPTRA Kalijodo, Jakarta Barat.

Sontak, warga yang menghadiri dan memadati acara peresmian Kalijodo bersorak. Ahok mengingatkan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi agar tidak mengusir PKL, tetapi harus menatanya.

"PKL enggak boleh diusir, tetapi didata untuk didebit dengan kartu ATM Bank DKI," kata Ahok.

Kemudian, dagangan para PKL harus didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar makanan dan minuman yang dijajakan di kawasan Kalijodo terjamin bebas dari zat berbahaya.

"Supaya mi dijual tidak ada formalin-nya, ini akan membuat kanker. Saya ingin tiap orang yang dagang harus daftar BPOM agar makanannya aman. Kalau enggak, ya kami usir," kata Ahok.

Sebelumnya, Ahok meresmikan RTH dan RPTRA Kalijodo. Peresmian lahan seluas 1,4 hektar itu turut dihadiri beberapa tokoh, seperti Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri; anggota Wantimpres, Sri Adiningsih; dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana.

Adapun RPTRA Kalijodo dilengkapi beragam fasilitas, seperti taman, lintasan jogging, lintasan sepeda, skate park, amphitheater, mushala, toilet, dan tempat outdoor fitness.


Artikel ini disalin dari:
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.
^