» Nasib Jakarta yang kini Banjir PKL jadi Sorotan
Jika suka, jangan lupa untuk bagikan ya!
Article information
  • Tanggal: 28-11-2017, 21:37
28-11-2017, 21:37

"Nasib Jakarta yang kini Banjir PKL jadi Sorotan"


Nasib Jakarta yang kini Banjir PKL jadi Sorotan

Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) menjadi sorotan pasca Ombudsman Republik Indonesia merilis temuannya terkait adanya pungutan liar terhadap penertiban pedagang kaki lima di beberapa titik. Ombudsman juga mempertanyakan peran Satpol PP dalam menertibkan pedagang kaki lima, menyusul tempat tempat terlarang untuk berjualan masih disesaki oleh mereka.

Dalam diskusi di kantor Ombudsman Republik Indonesia, komisioner Ombudsman Adrianus Meliala mengatakan, masih banyaknya pedagang kaki lima berjualan atau berusaha di tempat tempat terlarang. Ini merupakan indikasi peran Satpol PP yang tidak maksimal.

"Itu yang kami cermati sebetulnya yakni tidak maksimal kerjanya Satpol PP dalam hal ini. Jalan jalan yang harusnya mulus bebas dari PKL sekarang penuh dengan PKL," katanya, Rabu (29/11).

Tidak hanya itu, Adrianus mengungkapkan, pihaknya menemukan sejumlah temuan terkait penertiban PKL oleh Satpol PP. Salah satunya terkait adanya hubungan antara Satpol PP dengan preman.

"Ada modus baru yang muncul, mungkin karena malu dipungut oleh preman itu. Itu situasinya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menemukan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta. Mereka diduga bekerja sama dengan Preman atau Ormas tertentu menerima upeti dari Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mengamankan dari razia dan penertiban.

Temuan itu berasal dari investigasi yang dilakukan Ombudsman pada 9 dan 10 Agustus 2017 di beberapa titik. Antara lain Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Pasar Tanah Abang, Stasiun Tebet, Wilayah Kecamatan Setiabudi, dan sekitaran Mall Ambassador.

Namun, Wakil Kepala Satpol PP DKI Jakarta Hidayatullah membantah temuan dari Ombudsman yang menyebut ada anak buahnya menerima setoran dari pedagang kaki lima (PKL). Salah satunya di kawasan Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat.

"Jadi enggak mungkin masa kita tertibin tapi kita main juga. Enggak berani," katanya di Jakarta, Jumat (3/11).

Artikel ini disalin dari:
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.
^