» Setya Novanto Harus Rela Mandi dan Buang Hajat Terlihat oleh Sesama Tahanan
Jika suka, jangan lupa untuk bagikan ya!
Article information
  • Tanggal: 20-11-2017, 16:45
20-11-2017, 16:45

"Setya Novanto Harus Rela Mandi dan Buang Hajat Terlihat oleh Sesama Tahanan"


Setya Novanto Harus Rela Mandi dan Buang Hajat Terlihat oleh Sesama Tahanan

Ketua DPR RI sekaligus tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto resmi ditahan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017) dini hari.
Sel KPK yang terletak di belakang gedung antirasuah tersebut kini jadi tempat istirahat Setya Novanto selama penyidikan kasus korupsi e-KTP.
Luas sel tahanan yang dihuni Novanto pun berbeda, tergantung jumlah tahanan di dalamnya.
Rata-rata, luas sel yang ada di rutan KPK yaitu lima orang tahanan luasnya sekitar 15 x 5 meter persegi.
Sedangkan sel tahanan berkapasitas tiga orang luasnya sekitar 10 x 5 meter.
Untuk sel isolasi kapasitas satu orang luasnya sekitar 2.5 x 2 meter persegi.
Sel yang dihuni Setya Novanto juga terdiri dari kamar mandi sekaligus toilet tanpa dinding sekat seutuhnya dengan para tahanan yang lain.

Ketua DPR ini juga harus rela mandi dan buang hajat terlihat oleh sesama tahanan di satu sel yang sama.
Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengaku tidak tahu, kliennya berada satu sel dengan siapa saja.
"Mana saya tahu," ungkap Fredrich.
Menurut informasi dari Juru Bicara KPK, Febri Diansyah Ketua Umum Partai Golkar itu berada satu kamar dengan tahanan lain.
Namun Febri enggan menjelaskan lebih lanjut dengan siapa saja Novanto ditahan dan berapa orang yang bersamanya.
"Saya tidak bisa beritahukan lebih lanjut mengenai jumlah tahanan lain dan siapa saja karena itu informasi terbatas. Tapi di Rutan KPK ada satu kamar berisi lima orang, satu kamar tiga orang, dan ada yang satu kamar satu orang," ujar Febri.
Mengenai kondisi kesehatan Novanto, Febri menegaskan bahwa perlakuan KPK terhadap semua tahanan adalah sama.

"Intinya kalau sudah menjadi tahanan di KPK semua akan diperlakukan sama dan kami tidak memberi fasilitas khusus kepada seseorang karena jabatannya. Kalau misal ada kebutuhan medis bisa diberitahukan agar mendapat tindakan lebih lanjut dari penyidik dan dokter KPK," tegasnya.
Kehadiran Setya Novanto di Rutan KPK membuat komisi antirasuah itu harus memindahkan terdakwa pada kasus yang sama yaitu Andi Agustinus atau Andi Narogong ke Rutan Kelas C1 yang berada di Gedung Lama KPK.
Sebelumnya Andi Narogong menempati kamar tahanan yang berisi tiga orang di Gedung Merah Putih KPK.
Kondisi Lemah
Selama kurang lebih dua jam, kemarin dua pengacara yakni Fredrich Yunadi dan Otto Hasibuan menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membesuk tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto (SN) yang kini telah ditahan di KPK usai dibantarkan dari RSCM.
Ternyata, kini Setya Novanto tidak hanya menggunakan jasa pengacara dari Fredrich tapi juga Otto Hasibuan, eks pengacara Jessica Kumala Wongso pada kasus pembunuhan Mirna.

"Jadi ini abangku, yang nanti akan sama-sama menangani. Kalau selanjutnya banyak pertanyaan, tanya beliau yang lebih hebat dan begitu," ucap Fredrich di KPK.
Lebih lanjut, Otto juga mengamini telah diberikan surat kuasa oleh Setya Novanto untuk mendampinginya proses hukum selama di KPK hingga ke meja hijau.
"Kami barusan bersama dengan Pak Fredrich menemui pak Setya Novanto di rutan. Beberapa waktu lalu, saya diminta beliau untuk menuntaskan kasus ini dan tentunya sebagai lawyer, saya harus bertemu dengan Pak Novanto," ucap Otto.
Mengenai pertemuannya dengan Setya Novanto, Otto mengaku hanya berbincang selama kurang lebih dua jam. Menurutnya, kondisi Setya Novanto masih lemah.
Bahkan, diungkapkan Otto di beberapa bagian tubuh Setya Novanto seperti lengan masih terlihat memar dan ada luka gores usai kecelakaan yang dialami Setya Novanto beberapa hari lalu.
"Saya sudah mendapat kuasa secara resmi, surat kuasa juga diberikan ke penyidik. Saya lihat Pak SN masih lemah, ada luka di kepala. Saya ngobrol tidak perlu berlama-lama karena saya ingin dia dalam keadaan sehat," katanya.

Otto berharap mudah-mudahan besok atau lusa, dia akan kembali bertemu dengan Setya Novanto untuk membahas proses hukum lanjutan.
Istri Bungkam
Sementara itu, usai diperiksa penyidik KPK selama 8 jam Deisti Astriani, istri Ketua DPR RI Setya Novanto tidak banyak bicara. Ia terus menunduk saat keluar dari gedung KPK.
Oleh penyidik, Deisti diperiksa sebagai saksi di kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Anang Sugiana (ASS). Pantauan Tribun Deisti diperiksa sejak pukul 09.45-17.50 WIB.
"Tanya penyidik saja ya," ucap Deisti sambil berlalu ke mobilnya, Fortuner hitam dengan nomor polisi B 888 MJB.
Terpisah Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Deisti diperiksa dalam kapasitas sebagai mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana.
"Saksi Deisti diperiksa untuk mendalami kronologis kepemilikan perusahaan mondialindo dan murakabi dan pihak-pihak yang memiliki saham disana," ungkap Febri.
Febri menambahkan untuk melengkapi berkas tersangka Anang Sugiana dan Setya Novanto, di hari yang sama penyidik juga memeriksa Made Oka Masagung (swasta).
"Jadi hari ini di kasus korupsi e-KTP, kami periksa dua saksi, Made Oke Masagung dan Deisti sebagai saksi untuk tersangka SN dan ASS," ujar Febri.

Artikel ini disalin dari:
Loading...
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.
close
Loading...
^